Anton

Minggu, 14 Oktober 2012

Bahan Bakar Diesel/Solar (C12H23)


Pengertian kata DIESEL adalah ‘tidak bercampur dengan unsur air’. Di produksi dengan kandungan unsur hidrokarbon jenuh (75%), aromatik hidrokarbon (25%). Cetane Number (CN) Satana adalah ukuran performa kualitas kinerja pembakaran bahan bakar Diesel selama berlangsungnya kinerja pengapian dan kompresi, dalam kemampuan penundaan penyalaan dini bahan bakar Diesel dengan metode menentukan ukuran masa antara kinerja awal injeksi dan sampai mulai terjadinya proses pembakaran bahan bakar Diesel. Makin tinggi nilai angka Satana (CN) suatu bahan bakar Diesel akan memiliki periode kinerja penundaan penyalaan dibandingkan dengan bahan bakar Diesel bernilai angka Satana (CN) yang rendah.

Nilai angka Satana (CN) hanya digunakan pada bahan bakar Diesel yang relatif ringan. Ditentukan dari parameter volume berat (Residu) suatu bahan bakar Diesel dengan menggunakan metode ukuran skala ‘Calculated Carbon Aromatic Index (CCAI)’ dan skala ‘Cetane Ignition Index (CII)’, dan untuk rentang nilai angka Satana (CN) tersebut antara 70 sampai dengan 100. Volume yang konstan menghasilkan suatu perubahan tenaga tekanan tingkat tinggi dan dapat digunakan sebagai acuan titik point pengapian awal bahan bakar Diesel dan untuk perhitungan besaran nilai angka Satana (CN) berdasarkan acuan perbedaan waktu dan proses empiris terbalik dari hasil penundaan kinerja pengapiannya.

Nomor Satana index akan menjadi parameter produksi untuk nilai angka Satana (CN) yang dihitung berdasarkan suatu batas parameter rentang kerapatan pada proses distilasi bahan bakar Diesel. Nomor Satana index (Cetane Index/CI) sebagai parameter dasar pengontrolan kualitas dari suatu bahan bakar Diesel. Indek nilai Satana (CNI) dapat juga digunakan sebagai parameter penuntun nilai angka Satana (CN) bahan bakar Diesel dan berfungsi guna sebagaimana halnya bidangan angka oktan (RON) pada bahan bakar Bensin.

Persyaratan Pembakaran Yang Baik (3T) Bahan Bakar, Tujuannya adalah kemampuan untuk melepaskan seluruh energy panas yang terdapat dalam bahan bakar, maka untuk itu sangat diperlukan suatu mekanisme pengontrolan pembakaran (3T) sebagai berikut :

1. Temperature (Suhu) yang cukup tinggi untuk menyalakan dan menjaga penyalaan suatu bahan bakar.
2. Turbulance (Turbulensi) untuk pencampuran udara dan bahan bakar yang tepat dan cukup.
3. Time (Waktu) untuk kinerja suatu pembakaran yang sempurna.

Dalam hal ini produk TORATORA MAGIC REJUVENATE GREEN FUEL & ENGINE (TTMRGF&E) dalam kemampuan Coorporate Fuel Research (CFR) nya pada bahan bakar berkinerja dengan sistem pembakaran ‘microgravity’ yang berprilaku berbeda dalam lingkungan microgravity daripada kondisi gravitasi bumi dikarenakan berkurangnya kemampuan dalam hal mengapung/mengambang. Secara umum suatu perasamaan kimia kinerja pembakaran stoikiometric pada unsur hidrokarbon (CH4) dan oksigen (O2) adalah pada kinerja pembakaran unsur propana (C3H8) yang tidak sempurna, dalam unsur nitrogen (N) dapat juga teroksidasi oleh unsur udara (O2) sehingga sangat cocok untuk kinerja sistem thermodynamically yang hanya dapat berkinerja pada suhu yang tinggi. Suatu ‘titik nyala’ (Flash Point) berkinerja sebagai ‘lampu kilat’ pada suatu cairan bahan bakar pada suhu terendah, dimana bahan bakar berbentuk cair membentuk kemampuan kinerja usaha mendapatkan energi daya pengapian (Ignitable) dalam proses pencampuran dengan udara (O2).  Nilai bahan bakar adalah kemampuan jumlah energi potensial yang terdapat dalam suatu bahan bakar yang dapat menghasilkan kinerja posisi relatif/konfigurasi objek dengan suatu jenis gaya tertentu yang berkinerja terhadap sifat dari fisik materi tertentu (massa, muatan, elastisitas, suhu, gravitasi, elektromagnetik, elektrikal, energi, reaksi kimia dan konfigurasi atomic/molekul tertentu, energi thermal unsur hydroperoxides yang terputus.

Solar & mesin
Hasil kinerja bersih persiklus dapat mengevaluasi nilai panas yang dihasilkan. Hasil kinerja bersih dari keseimbangan energi tersebut harus melalui suatu kinerja siklus yang lengkap. Rasio kompresi 15:1 – 20:1 akan menaikan suhu sampai kunci kontak menginduksi campuran bahan bakar dan kemudian menginjeksikan bahan bakar setiap kali dengan udara yang dikompresikan, diikuti dengan proses pembakaran bertekanan konstan. Ekspansi adiabatik adalah sebagai langkah daya dari sebuah knalpot isovolumetric. Kompresi dan daya silinder dari suatu siklus ideal adalah adiabatik yang tingkat besaran kinerja efisiensinya dapat dihitung dari kondisi tekanan konstan dan proses volume yang konstan juga. Input dan output energi serta tingkat besaran kinerja efisiensi yang dihasilkan dapat dihitung melalui suhu dan nilai kapasitas spesifik besaran kalori panas yang dihasilkan (Efisiensi thermal).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar