Pengertian
kata DIESEL adalah ‘tidak bercampur dengan unsur air’. Di produksi dengan
kandungan unsur hidrokarbon jenuh (75%), aromatik hidrokarbon (25%). Cetane
Number (CN) Satana adalah ukuran performa kualitas kinerja pembakaran bahan
bakar Diesel selama berlangsungnya kinerja pengapian dan kompresi, dalam
kemampuan penundaan penyalaan dini bahan bakar Diesel dengan metode menentukan
ukuran masa antara kinerja awal injeksi dan sampai mulai terjadinya proses
pembakaran bahan bakar Diesel. Makin tinggi nilai angka Satana (CN) suatu bahan
bakar Diesel akan memiliki periode kinerja penundaan penyalaan dibandingkan
dengan bahan bakar Diesel bernilai angka Satana (CN) yang rendah.
Nilai
angka Satana (CN) hanya digunakan pada bahan bakar Diesel yang relatif ringan.
Ditentukan dari parameter volume berat (Residu) suatu bahan bakar Diesel dengan
menggunakan metode ukuran skala ‘Calculated Carbon Aromatic Index (CCAI)’ dan
skala ‘Cetane Ignition Index (CII)’, dan untuk rentang nilai angka Satana (CN)
tersebut antara 70 sampai dengan 100. Volume yang konstan menghasilkan suatu
perubahan tenaga tekanan tingkat tinggi dan dapat digunakan sebagai acuan titik
point pengapian awal bahan bakar Diesel dan untuk perhitungan besaran nilai
angka Satana (CN) berdasarkan acuan perbedaan waktu dan proses empiris terbalik
dari hasil penundaan kinerja pengapiannya.
Nomor
Satana index akan menjadi parameter produksi untuk nilai angka Satana (CN) yang
dihitung berdasarkan suatu batas parameter rentang kerapatan pada proses
distilasi bahan bakar Diesel. Nomor Satana index (Cetane Index/CI) sebagai
parameter dasar pengontrolan kualitas dari suatu bahan bakar Diesel. Indek
nilai Satana (CNI) dapat juga digunakan sebagai parameter penuntun nilai angka
Satana (CN) bahan bakar Diesel dan berfungsi guna sebagaimana halnya bidangan
angka oktan (RON) pada bahan bakar Bensin.
Persyaratan
Pembakaran Yang Baik (3T) Bahan Bakar, Tujuannya adalah kemampuan untuk
melepaskan seluruh energy panas yang terdapat dalam bahan bakar, maka untuk itu
sangat diperlukan suatu mekanisme pengontrolan pembakaran (3T) sebagai berikut
:
1.
Temperature (Suhu) yang cukup tinggi untuk menyalakan dan menjaga penyalaan
suatu bahan bakar.
2.
Turbulance (Turbulensi) untuk pencampuran udara dan bahan bakar yang tepat dan
cukup.
3.
Time (Waktu) untuk kinerja suatu pembakaran yang sempurna.
Dalam
hal ini produk TORATORA MAGIC REJUVENATE GREEN FUEL & ENGINE (TTMRGF&E)
dalam kemampuan Coorporate Fuel Research (CFR) nya pada bahan bakar berkinerja
dengan sistem pembakaran ‘microgravity’ yang berprilaku berbeda dalam
lingkungan microgravity daripada kondisi gravitasi bumi dikarenakan
berkurangnya kemampuan dalam hal mengapung/mengambang. Secara umum suatu
perasamaan kimia kinerja pembakaran stoikiometric pada unsur hidrokarbon (CH4)
dan oksigen (O2) adalah pada kinerja pembakaran unsur propana (C3H8)
yang tidak sempurna, dalam unsur nitrogen (N) dapat juga teroksidasi oleh unsur
udara (O2) sehingga sangat cocok untuk kinerja sistem thermodynamically
yang hanya dapat berkinerja pada suhu yang tinggi. Suatu ‘titik nyala’ (Flash
Point) berkinerja sebagai ‘lampu kilat’ pada suatu cairan bahan bakar pada suhu
terendah, dimana bahan bakar berbentuk cair membentuk kemampuan kinerja usaha
mendapatkan energi daya pengapian (Ignitable) dalam proses pencampuran dengan
udara (O2). Nilai bahan bakar
adalah kemampuan jumlah energi potensial yang terdapat dalam suatu bahan bakar
yang dapat menghasilkan kinerja posisi relatif/konfigurasi objek dengan suatu
jenis gaya tertentu yang berkinerja terhadap sifat dari fisik materi tertentu
(massa, muatan, elastisitas, suhu, gravitasi, elektromagnetik, elektrikal,
energi, reaksi kimia dan konfigurasi atomic/molekul tertentu, energi thermal unsur
hydroperoxides yang terputus.
Solar & mesin
Hasil
kinerja bersih persiklus dapat mengevaluasi nilai panas yang dihasilkan. Hasil
kinerja bersih dari keseimbangan energi tersebut harus melalui suatu kinerja
siklus yang lengkap. Rasio kompresi 15:1 – 20:1 akan menaikan suhu sampai kunci
kontak menginduksi campuran bahan bakar dan kemudian menginjeksikan bahan bakar
setiap kali dengan udara yang dikompresikan, diikuti dengan proses pembakaran
bertekanan konstan. Ekspansi adiabatik adalah sebagai langkah daya dari sebuah
knalpot isovolumetric. Kompresi dan daya silinder dari suatu siklus ideal
adalah adiabatik yang tingkat besaran kinerja efisiensinya dapat dihitung dari
kondisi tekanan konstan dan proses volume yang konstan juga. Input dan output
energi serta tingkat besaran kinerja efisiensi yang dihasilkan dapat dihitung
melalui suhu dan nilai kapasitas spesifik besaran kalori panas yang dihasilkan
(Efisiensi thermal).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar